0812.133.3345633.22 Contact@lampungtourism.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login
0812.133.3345633.22 Contact@lampungtourism.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login

Pulau Pisang sebuah tujuan wisata eksotis di Lampung

Di Pulau Pisang ini kita bisa merasakan dan melihat sifat alaminya yang masih sangat terjaga, selain itu kita juga dapat melihat banyaknya lumba-lumba, hal itu menjadi kelebihan tersendiri dari pulau tersebut. Pulau yang ada di Lampung ini pun terus alamiah sebab belum adanya listrik serta penginapan disana.

Pulau Pisang adalah salah satu pulau yang letaknya paling barat yang ada di Propinsi Lampung yang langsung menghadap ke arah Samudra Hindia. Pulau ini terletak dalam satu kecamatan sendiri di Kabupaten Pesisir Barat, Propinsi Lampung.

Asal muasal nama Pulau Pisang yaitu dari bentuknya semacam pisang. apabila dilihat dari puncak daratan Pulau Sumatra pulau ini terkesan berbentuk pisang, jadi nama ini sangat terkenal di daerah tersebut. Untuk Menempuh pulau ini kami wajib menjelajah daerah barat Propinsi Lampung, diawali dengan perjalanan darat menuju Kota Krui dengan jarak tempuh tak kurang dari 7 jam perjalanan menggunakan kendaraan dari Kota Bandar Lampung.

Dari informasi warga Pulau Pisang, perjalanan menuju pulau ini dapat melalui dua akses yaitu pertama melalui daerah Tembakak. Dari Tembakak ini hanya memerlukan waktu sekitar setengah jam menggunakan perahu untuk mencapai pulau ini. sedangkan akses kedua melalui dermaga krui, dari dermaga ini menggunakan perahu membutuhkan waktu sekitar satu jam-an.

Pada saat perjalanan waktu lalu, kami sengaja menyewa kapal nelayan yang bermuatan maksimal 20 orang menuju Pulau Pisang via Dermaga Krui. Dalam perjalan kami disambut dengan cuaca yang cerah dan ombak yang bersahabat, padahal sebelumnya atas masukan pemilik kapal agar tidak basah terkena ombak air laut semua barang dan perlengkapan lain dibungkus plastik jadi satu termasuk peralatan fotografi.

Dalam perjalanan mengarungi lautan sekitar 45 menit perjalanan dan hampir mendekati pulau pisang kami disajikan puluhan ikan lumba-lumba tipe hidung botol dengan nama latin Tursiops Truncatus. Sekitar 5-6 gerombolan kami saksikan dengan atraksi berloncatan di sebelah kiri kanan perahu yang kami tumpangi.

Rasa kagum dan bahagia saat penyaksikan atraksi lumba lumba tersebut tapi sangat disayangkan semua kamera disimpan dalam kantong plastik takut basah, sehingga kami tidak bisa mengabadikan momen tersebut. Semoga trip kembali ke sana bisa merekamnya dengan puas. Setelah mendekati pulau kembali kami dimanjakan mata dengan pemandangan hamparan pasir putih dan warna air laut yang sangat bening, rasa ingin segera menepi dan berlari-lari hamparan pasir tersebut.

Setelah menepi di pantai kami pun segera mengabadikan hamparan pasir dan beningnya air laut serta jejeran pohon kelapa di pulau tersebut, selanjutkan kami menyusuri perkampungan di pulau dengan menikmati kasana budaya lokal meliputi bentuk rumah yang khas adat Lampung, masyarakatnya yang ramah, menikmati sajian ikan segar dari warga setempat, dan kami juga bercengkrama dengan pembuatan tapis mengisi hari kami di pulau. Tapis merupakan pakaian adat Lampung dan terkenal paling bagus kualitas nomor satu adalah buatan dari pengrajin masyarakat Pulau Pisang.

Setelah bercengrama dengan masyarakat setempat selanjutkan kami menikmati agrowisata perkebunan cengkeh, di pulau ini tanaman cengkeh tumbuh subur. Di Lampung, Pulau Pisang terkenal sebagai penghasil cengkeh dari zaman penjajahan dulu. Luar biasa puas di perkebunan cengkeh kami menyusuri pantai pulau ini pada sisi menghadap samudra, pemandangan ombak yang bergulung-gulung memberikan rasa takjub serta dilengkapi lagi adanya sebuah tongkang yang terdampar di tepi pantai ini.

Pulau Pisang juga terkenal sebagian warganya sebagai nelayan dan merupakan salah satu pemasok ikan di wilayah Lampung Barat. Bagi yang hobi mancing bisa bersama warga setempat ikut nelayan mancing atau sewa kapal nelayan setempat.

Begitulah cerita perjalanan kami selama di Pulau Pisang yang memberikan sensasi tersendiri jika berada di pulau ini. Jika ingin menginap di pulau ini, kita bisa berkemah dengan meminta izin kepada warga setempat atau menumpang menginap di rumah warga dengan memberikan imbalan seikhlasnya karena di pulau ini belum ada penginapan, dan terasa alami lagi disini karena belum ada penerangan yang sempurna jadi kita menikmati lampu seadaanya.

Leave a Reply

Text Widget

Nulla vitae elit libero, a pharetra augue. Nulla vitae elit libero, a pharetra augue. Nulla vitae elit libero, a pharetra augue. Donec sed odio dui. Etiam porta sem malesuada.

Recent Comments

    Tag Cloud